Shooting Film Marvel Cuma Perlu CGI, Tidak Perlu Menghancurkan Barang

Buat yang belum tahu CGI itu apa, mari kita mulai bahasan kali ini dengan menjelaskan CGI itu sendiri. CGI adalah kependekan dari Computer Generated Imagery, atau kalo diartikan kedalam Bahasa Indonesia kurang lebih adalah pencitraan yang dihasilkan komputer. Pencitraan atau image ini sendiri didapatkan dari software desain grafis 3D atau special effect (biasanya sering disingkat FX).

Terknologi CGI sebenarnya merupakan teknologi lama dalam dunia sinematografi yang semakin berkembang. Teknologi ini sendiri awalnya lebih diterapkan pada proses pengambilan gambar indoor. Atau kebanyakan pengambilan gambar yang berlokasi di studio. Contoh penggunaan CGI yang paling tua adalah periklanan dan media berita.

Untuk bisa menggunakan CGI sebuah adegan harus memiliki latar belakang yang polos untuk memudahkan editor memotong objek didalamnya. Jika dirasa sedikit mirip proses trimming pada photoshop yang tentunya lebih mudah jika background imagenya kontras dengan object utama. Latar yang sering digunakan biasanya adalah biru dan hijau yang sering kita kenal sebagai blue dan greenscreen.

Penerapan teknologi ini sendiri bisa dibilang lebih murah untuk produksi sebuah film. Karena tidak memerlukan artistik yang detail, yang kemungkinan membutuhkan properti lebih banyak. Teknologi inilah yang membuat film-film belakangan ini semakin bisa “liar” dari segi visual. Keliar-an imajinasi sutradara makin bisa terealisasi pada proses pasca produksi / editing ini.

Meski banyak sekali pro dan kontra dalam penggunaan CGI yang dirasa kurang “artistik”. Namun CGI malah membantu dalam proses shooting film. Misalnya pada film Marvel yang setting nya berada di sebuah kota, kemudian kota itu dihancurkan. Tentunya akan menelan biaya yang cukup besar dan ditambah lagi gaji aktor dan crew filmnya sendiri.

CGI di Film Pirates of The Caribbean Dead Man’s Chest

Selain membantu dari segi biaya, banyak sekali kemudahan yang didapat oleh aktor. Paling tidak mereka tidak perlu menggunakan kostum untuk menampilkan sosok monster. Ambil contoh pada film Pirates of The Caribbean Dead Man’s Chest dimana ada tokoh bernama Davy Jones. Jika direalisasi maka Bill Nighy akan membutuhkan kostum yang melebihi badan tuanya itu, hehe. Belum lagi soal detail tentakel yang harus bisa bergerak secara otomatis.

Namun dengan menggunakan teknologi CGI, dia hanya perlu menggunakan pakaian serba abu-abu, dengan beberapa titik putih dan beberapa titik putih dimuka sebagai point untuk editornya meng-generate tokoh Davy Jones.

CGI di Film Fast 7

Tidak cukup disitu saja, namun juga teknologi CGI juga dapat menghidupkan tokoh yang sudah mati. Misalnya pada seri Fast Furious 7 ketika Paul Walker meninggal ditengah-tengah pembuatan film. Sempat tertunda namun James Wan akhirnya memilih menggunakan saudara Paul sebagai penggantinya di film itu. Kedua saudara Paul yaitu Cody dan Caleb diambil figur badan dan wajahnya sebagai template dasar muka asli Paul. Dan hasilnya Fast Furios 7 tetap lanjut produksi meski sempat terhenti selama beberapa waktu.

CGI Pada Film Marvel

Film-film produksi Marvel adalah jenis film yang hampir semuanya menggunakan teknologi CGI ini. hampir semua adegan dalam film ini menggunakan teknologi CGI meskipun beberapa shooting adegan dilakukan di luar ruangan. Teknik ini menggabungkan object nyata dengan object hasil geneate digital. Tidak bisa dibayangkan bukan, ketika dalam film Thor harus membuat seluruh set Kota Asgard. Atau mungkin mengangkat sebuah kota bernama Sokovia pada film Avenger Age of Ultron. Hal yang bakal susah terealisasi meski dengan teknologi sekarang jika tanpa dibantu teknologi CGI.