Mouse Komputer Bermula dengan Bahan Kayu

Kehadiran mouse di kehidupan sehari-hari sangat membantu proses kita bekerja atau bermain game menggunakan laptop atau komputer. Kita bisa bebas menggeser, menggerakkan kursor, meng-klik, scroll ke atas atau ke bawah, serta melakukan berbagai macam tindakan dengan mouse. Begitu besar fungsi mouse, bahkan saat menggunakan laptop yang sebetulnya tidak terlalu butuh dengan mouse, rasanya ada yang kurang jika kita tidak membawa mouse. Memang sih ini hanya masalah kebiasaan, namun…. tetap saja rasanya pergerakan jadi tidak lincah jika tidak ada mouse.

Zaman berkembang, kemajuan teknologi pun mengubah mouse. Awalnya kita mengenal mouse yang masih menggunakan kabel. Tapi coba lihat sekarang, sudah ada mouse portable alias mouse yang tidak dilengkapi oleh kabel untuk menggunakannya. Ringkas dan praktis, rasanya dua kata ini yang cocok melekat pada perangkat mouse portable. Semakin lengkap sudah, hidup ini dengan kehadiran mouse portable. Entah apa jadinya kegiatan bermain game atau mengerjakan tugas tanpa mouse.

Rasanya kita harus berterima kasih kepada penemu mouse pertama kali, karena telah menghasilkan penemuan yang hebat ini. Kita mungkin tidak begitu familiar dengan sosok bernama Douglas Engelbart, seorang peneliti dari Lembaga Riset Standford. Namanya memang tidak setenar Steve Jobs di dunia teknologi, namun Douglas Engelbart ialah orang pertama yang menemukan mouse. Berbeda dengan mouse yang sekarang, yang umumnya berbahan plastik dan begitu ringan, mouse pertama kali justru terbuat dari kayu. Bisa bayangkan betapa berat dan betapa susahnya membawa mouse kemana-mana saat itu?

Mouse berbahan kayu dibuat pertama kali dengan dilengkapi dua bola logam yang bergerigi di bagian dalamnya. Kedua bola inilah yang menjadi penggerak mouse secara vertikal dan horizontal. Jangan tanyakan sebesar apa mouse dari kayu ini ya. Jika kamu menganggap bentuknya terlalu besar, kamu jelas salah. Perangkat ini berukuran normal seukuran tangan orang dewasa, sehingga mudah untuk digenggam dan digerakkan. Sama dengan mouse yang dulu kita gunakan, mouse dari kayu ini juga masih menggunakan sambungan kabel yang disambungkan ke komputer jika ingin menggunakannya. Mouse kayu ini memiliki indikator lampu berwarna merah. Uniknya, kamu tidak akan menemukan tombol satu pun di mouse ini. Lalu, bagaimana cara menggunakannya?

Meskipun sudah memiliki sensor dan penggerak berupa logam rupanya mouse kayu ini masih belum mandiri alias masih membutuhkan bantuan komputer untuk melakukan perintah yang diberikan penggunanya. Yap, untuk perintah klik masih harus ada bantuan keyboard untuk menjalankan perintah ini. Mouse kayu ini memang sudah ditemukan di tahun 1980, namun untuk dijajakkan kepada konsumen mouse ini baru muncul di tahun 1981 oelh Xerox yang berhasil mengembangkan penemuan Engelbart. Namun secara hak, Engelbart tetap memegang hak paten atas penemuan mouse.

Rasanya kurang lengkap jika kita tidak melihat berapa harga mouse pertama di dunia yang terbuat dari kayu ini. Jangan terkejut ya, karena mouse kayu ini pertama kali dijual dengan harga US$ 20.000 atau Rp 286 juta! Tentu saja hal ini membuat mouse tidak terlalu dikenal di awal kemunculannya. Barulah sejak tahun 80-an harganya semakin menurun karena semakin banyak perusahaan lain yang mengembangkan mouse. Seperti yang bisa kita lihat sekarang mouse mengalami penggantian plat besi yang dilengkapi encouder roda optik yang membuatnya bebas bergerak.

Nggak bisa bayangin deh, kalau mouse masih terbuat dari kayu dan dijual dengan harga mahal. Ngeri!