Flora dan Fauna di Papua

Papua memiliki kekhasan serta daya tarik sendiri untuk beberapa wisatawan yang bertandang. Banyak terdapat pilihan yang dapat kita kunjungi, ada wisata bahari yang menghadirkan taman laut yang menakjubkan, wisata budaya, histori serta terutama wisata fauna serta flora yang mungkin saja tak dapat kita jumpai di tempat lain.

Seluruhnya obyek wisata yang mempesona ini masih tetap sangatlah alami. Dengan peradaban orang-orang pedalaman yang masih tetap primitif, jadikan Papua juga sebagai suatu tempat yang sangatlah menarik perhatian beberapa wisatawan mancanegara ataupun wisatawan lokal.

Kota Jaya Pura yang dahulu di kenal dengan nama Hollandia ada suatu museum yang sediakan beragam info budaya di Papua seperti ukiran dari beragam kabupaten, alat perang, tenunan serta tarian kebiasaan, dan beragam ritus serta peninggalan purbakala.

Di Sentani juga ada tugu Jendral Douglas Mc Arthur peninggalan Perang Dunia II. Di samping utara monument Mc Arthur pada ketinggian 325 mtr. ada dataran pegunungan Cyclop dengan puncak gunung Dofonsoro. Daerah ini sangatlah indah serta jaman dulu tempat ini adalah pangkalan pertahanan Mc Arthur.

Dari puncak Cyclops bisa diawasi Danau Sentani dengan air yang bening biru. Danau seluas 9. 670 hektar adalah tempat mata pencarian masyarakat Sentani serta sekitarnya. Danau sentani juga adalah tempat rekreasi yang sangatlah indah serta sangatlah pas untuk bersantai.

Bila kita mau melanjutkan perjalanan dari Jayapura, tak komplit terasa bila kita tak berkunjung ke Biak. Di Kecamatan Biak Timur tetaptnya di desa RIM ada taman burung yang menghadirkan berbagai type burung langka khas Irian yang cuma bisa didapati di Papua. Luas taman burung ini meraih seputar dua hektar.

Di derah ini dapat mempunyai taman laut yang sangatlah indah. Terdapat dikepulauan Padaido yang terbagi dalam 30 pulau kecil serta besar. Taman laut Padaido ini adalah taman laut berkelas dunia yang terbagi dalam beragam tumbuhan laut, terumbu karang serta beragam jenis type ikan besar ataupun kecil.

Taman Nasional Laurentz terdapat di Paniai, Puncak Jaya, Jayawijaya, serta Merauke. Di Puncak Jaya atau puncak Cartenz ada puncak salju kekal. Puncaknya bertudung es. Puncak Jaya ini semula dimaksud puncak Cartenz, suatu puncak gunung yang diketemukan oleh orang Belanda th. 1678. Puncak Cartenz adalah hanya satu puncak gunung yang diselimuti salju kekal yang ada di Asia Tenggara.

Terkecuali Taman Nasional Laurentz Papua juga mempunyai Taman Nasional Teluk Cendrawasih. Taman ini adalah perwakilan ekosistem terumbu karang, pantai, mangrove serta rimba tropika daratan pulau di Papua.

Taman Nasional Teluk Cendrawasih adalah taman nasional perairan laut terluas di Indonesia, terbagi dalam daratan serta pesisir pantai (0, 9 %), daratan pulau-pulau (3, 8 %), terumbu karang (5, 5 %), serta perairan lautan (89, 8 %).

Taman Nasional Teluk Cendrawasih populer kaya type ikan. Terdaftar lebih kurang 209 type ikan penghuni lokasi ini salah satunya butterflyfish, angelfish, damselfish, parrotfish, rabbitfish, serta anemonefish.

Ada empat type penyu yang kerap mendarat di taman nasional ini yakni penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu lekang (Lepidochelys olivaceae), serta penyu belimbing (Dermochelys coriacea). Duyung (Dugong dugon), paus biru (Balaenoptera musculus), ketam kelapa (Birgus latro), lumba-lumba, serta hiu kerap tampak di perairan Taman Nasional Teluk Cendrawasih.

Ada goa alam yang disebut peninggalan zaman purba, sumber air panas yang memiliki kandungan belerang tanpa ada kandungan garam di Pulau Misowaar, goa di air dengan kedalaman 100 feet di Tanjung Mangguar.

Beberapa peninggalan dari era 18 masih tetap dapat didapati pada sebagian tempat seperti di Wendesi, Wasior, serta Yomber. Umat Kristiani banyak yang bertandang ke gereja di desa Yende (Pulau Roon), cuma untuk lihat kitab suci terbitan th. 1898. Bila anda mau bertandang atau sebatas melancong, Pada Bln. Mei s/d Oktober yaitu waktu yang pas untuk berkunjung ke Papua.